Wednesday, 23 February 2022

Apa Saja Starter Pack yang Diperlukan untuk Traveling Sejarah?

sumber gambar: freepik dan canva

Sebelum melakukan wisata sejarah, ada baiknya sahabat Travelearns mempersiapkan barang-barang yang dapat mendukung perjalanan. Apa saja sih yang harus dipersiapkan? Berikut starter pack traveling sejarah yang sahabat Travelearns butuhkan:

Tas backpack

Jika kamu membawa barang yang cukup banyak, tas backpack jadi pilihan agar semua barang-barang kamu aman dan terbawa.

Smartphone dan powerbank

Smartphone yang dengan kuota internet diperlukan untuk berkomunikasi, mengakses informasi seputar situs sejarah yang dikunjungi dan akses pada aplikasi-aplikasi lain yang kamu butuhkan. Sementara powerbank dibawa sebagai cadangan daya untuk smartphone kamu.

Buku saku, pulpen, dan peta kota

Buku saku and pulpen sangat praktis untuk dibawa di kantong celana atau baju kamu. Andaikata smartphone-mu mati, kamu masih bisa mencatat informasi-informasi penting di buku saku. Peta kota kadang kala diperlukan sehingga kamu bisa melihat gambaran yang lebih luas apa saja yang ada di sekitar objek-objek wisata yang kamu kunjungi.

Dompet, uang tunai, dan kartu-kartu penting

Jangan lupa membawa dompet yang sudah berisi uang tunai yang cukup. Karena bisa jadi di sekitar situs wisata yang kamu kunjungi belum ada fasilitas untuk pembayaran dengan katu debit atau untuk menarik uang. Meski begitu, kartu debit perlu kamu bawa. Jangan lupa juga membawa Kartu Tanda Penduduk, SIM, dan lainnya ya!

Masker, handsanitizer, dan tisu

Karena masih berada di masa pandemi, kamu harus memastikan memakai masker serta membawa beberapa masker cadangannya. Handsanitizer dan tisu diperlukan agar tanganmu tetap dalam keadaan bersih.

Kamera

Ini adalah hal yang bisa dibilang ‘wajib’ kamu bawa agar kamu bisa mendokumentasikan situs sejarah dan juga momen perjalananmu. Jangan lupa bawa pengisi daya dan pastikan kartu memori punya ruang penyimpanan yang cukup, ya!

Tumbler minuman, kotak makan, dan alat shalat

Lagi-lagi, karena pandemi masih belum berakhir, kamu perlu membawa kotak makan dan alat sholat sendiri agar kebersihan lebih terjaga. 

Sunglasses

Terakhir, mungkin kamu membutuhkan kacamata hitam yang akan melindungi matamu dari cahaya matahari yang menyilaukan.

Nah, itulah starter pack yang mungkin bisa mendukung traveling sejarah kamu, selamat menjelajah sahabat Travelearns!


Monday, 21 February 2022

Cerita Geologi di Balik Keindahan Alam Stone Garden

 

(dok: instagram @pungki_a_a/https://ww.instagram.com/p/Bs16r2HHMG1/Tri Ayu Lutfiani)

Memasuki momen Liburan, sahabat Travelearns pasti mencari pilihan destinasi wisata yang seru ‘kan? Wisata alam masih jadi favorit untuk kamu yang ingin healing dari penatnya rutinitas pekerjaan di kota. Nah, salah satu destinasi wisata alam yang wajib kamu kunjungi adalah Stone Garden yang terletak di Kampung Giri Mulya, Desa Gunung Masigit, Citatah, Kecamatan Cipatat, Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Keindahan Alam yang Menakjubkan dan Spot Foto yang Keren

Kalau di luar negeri ada Stonehenge yang berlokasi di Wiltshire, Inggris, maka Indonesia punya Stone Garden sebagai objek wisata taman batu. Pemandangan yang akan sahabat Travelearns lihat di sini sangat menakjubkan. Perbukitan batu yang dikelilingi oleh hijaunya tumbuh-tumbuhan membentuk taman alam yang sangat estetik seluas kurang lebih 2 hektar pada ketinggian 700 mdpl.

(https://tempatwisatadibandung.info/gua-pawon/)

Di sekitar Stone Garden, terdapat situs wisata lain yaitu Gua Pawon dan Gunung Hawu. Stone Garden terletak di Puncak Pawon yang merupakan hamparan taman yang dipenuhi oleh batu-batu yang tersebar secara alami. Banyak wisatawan mengunjungi untuk mencari spot foto dan video yang keren. Objek wisata ini bahkan pernah diliput oleh stasiun televisi Aljazeera tahun 2016 lalu, “kunjungi Stone Garden sebelum hilang dan rata dengan tanah..” pesan Aljazeera dalam liputannya.

Akses Jalan dan Harga Tiket Masuk

Akses jalan menuju Stone Garden tidak jauh dari Kota Bandung, dengan kendaraan pribadi roda empat, kamu bisa ke sini melalui tol Purbaleunyi dan keluar di pintu tol Padalarang. Selanjutnya, melewati Kota Baru Parahyangan lalu mengikuti rute jalan menuju Cianjur dan masuk jalan raya Cipatat. Jarak yang ditempuh dari terminal Leuwipanjang kurang lebih 31 km. Objek wisata ini buka setiap hari mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 17.00 sore.

Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik sebesar Rp 12.000/orang, Rp 20.000/orang kalau sahabat Travelearns ingin berkemah menikmati indahnya langit malam serta udara sejuk dan matahari terbit di pagi hari. Bagi wisatawan yang mau menjadikan area perbukitan ini sebagai lokasi syuting tentu dikenakan biaya yang lebih besar.

Fieldtrip Geologi Rasa Liburan

Stone Garden merupakan perbukitan kapur (karst) yang memiliki berbagai objek geologi dan paleontologi yang sangat menarik untuk dipelajari. Keberadaan karst menunjukkan bahwa dulunya daerah ini merupakan dasar laut, sementara berdasarkan ciri-ciri dari pembagian fisiografi Jawa Barat menurut van Bemmelen (1949) termasuk ke dalam Zona Bandung.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melansir bahwa kawasan Karst Rajamandala merupakan batugamping yang terangkat dari bawah permukaan laut melalui proses geologi.

Muhammad Indra Gunawan, dkk dalam laporan penelitian Geologi Daerah Citatah dan Sekitarnya Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menerangkan bahwa ciri litologi satuan batuan di daerah ini pada umumya berupa batugamping bioklastik, masif. Batuan outcrop tersingkap dengan kondisi segar sampai lapuk, dan tidak menunjukkan adanya bentuk perlapisan. Batugamping Bioklastik, putih kecoklatan, ukuran halus–sedang, kemas terbuka, terpilah buruk, komposisi foraminifera dengan massadasar mikrit. 

Berdasarkan hasil analisa petrografi dari batugamping yang diambil di Desa Gunungmasigit diperoleh nama batuan Packstone (Dunham, 1962). Umur satuan ini --berdasarkan hasil analisa fosil foram besar dengan munculnya fosil Miogypsina sp. yang memiliki kisaran hidup dari Lower Te– Upper Tf dan fosil Spiroclypeus sp. yang memiliki kisaran hidup dari Td–Upper Te, dan mengacu pada persebaran foram besar (Klasifikasi Huruf menurut Adam, 1970)-- adalah Oligosen Akhir–Miosen Awal. Sedangkan lingkungan pengendapan satuan ini --berdasarkan hasil analisa jumlah persentasi kandungan foram besar dan mikrit-- adalah Back Reef.

dari 'Les coraux' - B.Robin, C. Petron, C.Rives - Les Editions du Pacifique (http://etic-univ-reunion.fr/English/Pglossaire.html)

Dalam laporan penelitian yang sama disebutkan bahwa struktur geologi yang berkembang di daerah Citatah adalah struktur kekar, lipatan, dan sesar. Struktur kekar berupa kekar gerus dan kekar tarik. Struktur lipatan berupa struktur Antiklin Salajambe dan Sinklin Citatah yang terlipat kuat sehingga membentuk lapisan terbalik, serta struktur sesar berjenis Sesar Naik Citatah dan Sesar Mendatar Citatah.

Keseluruhan struktur geologi yang ada di daerah ini terjadi dalam satu periode yaitu Orogenesa Kala Miosen Tengah hingga Pliosen dengan arah gaya utama N340oE atau arah umum baratlaut-tenggara.

Namun, saat ini perbukitan kapur ini marak ditambang oleh masyarakat, hampir seluruh bukit batugamping di kawasan itu tidak utuh lagi disebabkan penggalian dan penambangan bahan galian golongan C untuk keperluan industri. Oleh karena itu, keberadaan situs geologi ini harus kita jaga bersama sebelum akhirnya sama sekali hilang karena aktivitas pertambangan.

Fasilitas Penunjang dan Tips Wisata

Di sekitar objek wisata ini terdapat fasilitas penunjang seperti toilet, mushola, warung-warung sederhana yang menjajakan aneka makanan ringan, kios penjual aksesoris seperti topi, kacamata, dan juga fasilitas lahan parkir. Biaya parkir untuk motor Rp 5.000, Rp 7.000/mobil, Rp 30.000/travel dan bus, Rp 15.000/motor per malam, dan Rp 20.000/mobil per malam

Berikut tips wisata untuk sahabat Travelearns:

Gunakan sepatu olahraga dan pakaian yang menyerap keringat agar lebih nyaman. Sebaiknya datang di pagi atau sore hari karena pada siang hari cukup panas. Jangan lupa cek prakiraan cuaca pada hari kamu akan berangkat. Jika tidak membawa kendaraan pribadi sendiri, kamu perlu membawa uang tambahan untuk membayar ongkos ojek.

Siapkan alat komunikasi serta bawalah kamera dengan baterai penuh dan kartu memori dengan ruang penyimpanan yang cukup untuk memotret pemandangan yang indah dan momen bersama teman dan keluarga. Lakukan reservasi terlebih dahulu serta bawalah peralatan camping yang lengkap jika akan bermalam atau berkemah di area ini. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

Semoga tips wisata ini bermanfaat, selamat menjelajah sahabat Travelearns!


Sumber: tempatwisatadibandung, www.itb.ac.id, sikidang.com, esdm.go.id, kompasiana.com, https://jom.unpak.ac.id/index.php/teknikgeologi/article/download/529/499 (diakses Senin, 21 Februari 2011 pkl 15.15 WIB)

Friday, 18 February 2022

Alun-Alun Bandung: Destinasi Wisata Sejarah yang Terlupakan

Sumber gambar: Netral.News

Kota Bandung sering menjadi destinasi wisata pilihan masyarakat karena biayanya yang ramah di kantong namun menyuguhkan paket liburan yang lengkap. Selain dari wisata alam, kuliner, belanja, dan kesenian yang sangat populer, wisata berbasis sejarah juga wajib masuk ke dalam daftar liburan sahabat Travelearns, lho! Di antara destinasi wisata sejarah itu adalah Alun-Alun Bandung yang berlokasi di Jalan Asia Afrika. Area lapangnya yang ditanami rumput sintetis dapat dipakai untuk rekreasi. Kini, area ini ditutup untuk sementara selama pandemi.

Tak banyak orang mengetahui bahwa Alun-Alun Bandung yang ramai dikunjungi oleh pelancong dari dalam dan luar kota/negeri merupakan saksi bisu sebuah peristiwa bersejarah yang mahapenting bagi bangsa Indonesia khususnya untuk kaum muslimin. Sebelum peristiwa ini terlupa sama sekali dari benak bangsa Indonesia, sudah saatnya sahabat Travelearns menelusuri kembali sisa-sisa jejak perjuangan Sang Guru Bangsa. Hal itu karena bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat dan belajar dari sejarahnya.

Zelfbestuur dan Kesadaran untuk Merdeka 
Lebih dari seabad lalu, Alun-Alun Bandung menjadi saksi bisu sebuah peristiwa bersejarah, yaitu ketika Oemar Said Tjokroaminoto mengumandangkan pidatonya yang terkenal tentang Zelfbestuur. Dengan suara baritonnya yang terdengar oleh ribuan orang tanpa pengeras suara, Sang Raja Tanpa Mahkota “menyihir” dan membangkitkan kesadaran rakyat bumiputera untuk melepas belenggu penjajahan, melawan kaum imperialis, kolonialis dan feodalis. Zelfbestuur adalah sebuah gagasan yang digaungkan agar rakyat bumiputera dapat memerintah di tanah airnya sendiri. Aji Dedi Mulawarman dalam Jang Oetama Jejak dan Perjuangan H.O.S Tjokroaminoto (2015) menuliskan bahwa Zelfbestuur disampaikan dalam Kongres Nasional Centraal Sarekat Islam ke-1 (NATICO/National Congress Sarekat Islam) di  Bandung. NATICO 1 dihadiri oleh 60.000 orang dari 80 cabang Sarekat Islam. Saat itu, total anggota SI berjumlah 800.000 orang. Dalam kongres ini dipelopori juga istilah ‘nasional’, hal tersebut menunjukkan bahwa gerak SI tidak terbatas oleh sekat-sekat suku dan kedaerahan. Berbeda dengan Boedi Oetomo, contohnya, yang menjunjung cita-cita Jawa Raya.
"....Orang semakin lama semakin merasakan, baik di Nederland maupun di Hindia, bahwa zelfbestuur sungguh diperlukan… 
Orang semakin lama semakin merasakan bahwa tidak pantas lagi Hindia diperintah oleh negeri Belanda, bagaikan seorang tuan tanah yang menguasai tanah-tanahnya...... 
Kita mencintai bangsa kita dan dengan ajaran agama kita (Islam) kita berusaha sepenuhnya untuk mempersatukan seluruh atau sebagian terbesar bangsa kita...."
Meski mayoritas pendengar setuju dengan pidato H.O.S. Tjokroaminoto, ada beberapa tokoh yang tidak suka dan mengkritiknya, salah seorang di antaranya ialah Semaoen. 

Dari SDI ke SI 
Pada mulanya, Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh K.H. Samanhoedi di Solo dengan tujuan melindungi pedagang batik muslim pribumi dan menentang praktik monopoli pedagang Cina. Tahun 1911, SDI berganti nama menjadi Sarekat Islam (SI) setelah pergerakannya yang semula hanya di bidang ekonomi, masuk ke dalam ranah politik. Bergabungnya Tjokroaminoto membuat keanggotaan SI meningkat drastis. Awalnya per Juni 1912 tercatat hanya 2000 anggota dengan tangan dingin Tjokroaminoto, keanggotan tumbuh pesat menjadi 35.000 orang. Pada tahun 1919 tercatat 2,5 juta orang dari seluruh Nusantara Indonesia bergabung dalam keanggotaan SI. 

Perjalanan politik Sarekat Islam sangat penting untuk dikaji oleh sahabat Travelearns. Pada tahun 1918 SI sempat bergerak secara kooperatif dalam Volksraad (Dewan Daerah) yang dibuat oleh pemerintah Belanda namun keluar karena Volksraad sejatinya tidak pernah mendengar dan mengabulkan aspirasi perwakilan SI. Keluar dari Volksraad, SI bersikap non-kooperatif. Panduan perjuangan politik Sarekat Islam termaktub dalam buku Tafsir Program Asas dan Program Tandhim yang diterbitkan tahun 1931. Buku ini juga memuat apa sebenarnya ideologi atau cita-cita politik H.O. S. Tjokroaminoto. Dalam Kata Pendahuluan buku tersebut tertulis:
“……….. 
Pergerakan kita ‘Partai Sjarikat Islam Indonesia’ jang maksudnja dikatakan dengan singkat: akan mendjalankan Islam dengan seluas-luas dan sepenuh-penuhnja, supaja kita bisa mendapat suatu Dunia Islam jang sedjati dan bisa menurut kehidupan Muslim jang sesungguh-sungguhnja. Njatalah perlu sekali mempunyai suatu Program-Asas dan suatu Program-Tandhim jang harus mendjadi dasar dan pedoman bagi segala tjita-tjita jang kita tudju dan bagi segala perbuatan jang kita lakukan untuk mentjapai maksud itu. 
Sungguhpun Islam itu Agama ALLAH dan ialah Peraturan jang sesempurna-purnanja jang diberikan oleh ALLAH Ta’ala kepada manusia untukmenjapai keselamatan di dunia dan achirat, haruslah kita ingat bahwa manusia itulah jang membikin riwajatnja sendiri. Oleh karena itu, maka dalam pada usaha kita menudju kehidupan Muslim jang sesungguh-sungguhnja itu, haruslah kita mengetahui sifat dan keadaan-keadaan pergaulan-hidup manusia jang kita hidup di dalamnja pada sekarang ini. Dan, dengan sedjelas-djelasnja kita harus mengetahui ketjelaan-ketjelaan dan kebusukan-kebusukannja jang harus lenjap dan mesti dilenjapkan. Karena, mendjadi sebabnja tidak bisa ada kehidupan Muslim jang sesungguh-sungguhnja sebagai jang kita harapkan. Ataupun sedikitnja, mendjadi rintangan bagi usaha kita akan mentjapai kehidupan Muslim jang demikian itu 
……… 
Bogor, 26 Oktober 1931 Wassalam, PRESIDEN DEWAN PARTAI SJARIKAT ISLAM INDONESIA: HADJI O.S TJOKROAMINOTO.”
Muhammad Rasuli Jamil dalam Buku Manhaj Bernegara dalam Haji (2011) menerangkan, setelah bersikap non-kooperatif, pada tanggal 3-12 Juli 1936 di Batavia, kongres menugaskan S.M. Kartosoewirjo sebagai Vice President PSII menulis Brosur Sikap Hidjrah yang kemudian menjadi asas politik Partai. Dalam perjalananya SI mengalami berbagai dinamika, di antaranya yang penting adalah perpecahan SI menjadi SI Putih dan SI Merah. Tokoh-tokoh SI Merah seperti Semaoen, Marco, Darsono, Alimin, dan H. Misbach berpandangan pro-komunisme. Sementara H.O.S Tjokroaminoto dalam bukunya Islam dan Sosialisme (1924) berpandangan bahwa sosialisme komunisme berakar pada filsafat materialisme yang munkar kepada Allah. Perpecahan terjadi kembali ketika Agus Salim menolak sikap Hijrah dan keluar dari PSII. Menyusul Abikoesno sebagai Presiden PSII memecat S.M. Kartosoewirjo dkk. yang enggan meninggalkan sikap Hijrah partai dan menolak bergabungnya PSII ke dalam GAPI (Gabungan Politik Indonesia).

Jika Santigi Punah di Ciletuh - Palabuhanratu UNESCO Global Geopark

Siang itu, dalam perjalanan pengambilan data penelitian geologi tahun 2019 lalu, kawanku menunjukkan jarinya ke arah pohon yang tumbuh di at...