Memasuki momen Liburan, sahabat Travelearns pasti mencari pilihan destinasi wisata yang seru ‘kan? Wisata alam masih jadi favorit untuk kamu yang ingin healing dari penatnya rutinitas pekerjaan di kota. Nah, salah satu destinasi wisata alam yang wajib kamu kunjungi adalah Stone Garden yang terletak di Kampung Giri Mulya, Desa Gunung Masigit, Citatah, Kecamatan Cipatat, Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Keindahan Alam yang Menakjubkan dan Spot Foto yang Keren
Kalau di luar negeri ada Stonehenge yang berlokasi di Wiltshire, Inggris, maka Indonesia punya Stone Garden sebagai objek wisata taman batu. Pemandangan yang akan sahabat Travelearns lihat di sini sangat menakjubkan. Perbukitan batu yang dikelilingi oleh hijaunya tumbuh-tumbuhan membentuk taman alam yang sangat estetik seluas kurang lebih 2 hektar pada ketinggian 700 mdpl.
Di sekitar Stone Garden, terdapat
situs wisata lain yaitu Gua Pawon dan Gunung Hawu. Stone Garden terletak
di Puncak Pawon yang merupakan hamparan taman yang dipenuhi oleh batu-batu yang
tersebar secara alami. Banyak wisatawan
mengunjungi untuk mencari spot foto dan video yang keren. Objek wisata ini
bahkan pernah diliput oleh stasiun televisi Aljazeera tahun 2016 lalu, “kunjungi
Stone Garden sebelum hilang dan rata dengan tanah..” pesan Aljazeera dalam liputannya.
Akses Jalan dan Harga Tiket Masuk
Akses jalan menuju Stone Garden tidak jauh dari Kota Bandung, dengan kendaraan pribadi roda empat, kamu bisa ke sini melalui tol Purbaleunyi dan keluar di pintu tol Padalarang. Selanjutnya, melewati Kota Baru Parahyangan lalu mengikuti rute jalan menuju Cianjur dan masuk jalan raya Cipatat. Jarak yang ditempuh dari terminal Leuwipanjang kurang lebih 31 km. Objek wisata ini buka setiap hari mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 17.00 sore.
Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik sebesar Rp 12.000/orang, Rp 20.000/orang kalau sahabat Travelearns ingin berkemah menikmati indahnya langit malam serta udara sejuk dan matahari terbit di pagi hari. Bagi wisatawan yang mau menjadikan area perbukitan ini sebagai lokasi syuting tentu dikenakan biaya yang lebih besar.
Fieldtrip Geologi Rasa Liburan
Stone Garden merupakan perbukitan kapur (karst) yang memiliki
berbagai objek geologi dan paleontologi yang sangat menarik untuk dipelajari.
Keberadaan karst menunjukkan bahwa dulunya daerah ini merupakan dasar laut, sementara berdasarkan ciri-ciri dari pembagian fisiografi Jawa
Barat menurut van Bemmelen (1949) termasuk ke dalam Zona
Bandung.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melansir bahwa kawasan Karst Rajamandala merupakan batugamping yang terangkat dari bawah permukaan laut melalui proses geologi.
Muhammad Indra Gunawan, dkk dalam laporan penelitian Geologi Daerah Citatah dan Sekitarnya Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menerangkan bahwa ciri litologi satuan batuan di daerah ini pada umumya berupa batugamping bioklastik, masif. Batuan outcrop tersingkap dengan kondisi segar sampai lapuk, dan tidak menunjukkan adanya bentuk perlapisan. Batugamping Bioklastik, putih kecoklatan, ukuran halus–sedang, kemas terbuka, terpilah buruk, komposisi foraminifera dengan massadasar mikrit.
Berdasarkan
hasil analisa petrografi dari batugamping yang diambil di Desa Gunungmasigit diperoleh
nama batuan Packstone (Dunham, 1962). Umur satuan
ini --berdasarkan hasil analisa fosil foram besar dengan munculnya fosil Miogypsina
sp. yang memiliki kisaran hidup dari Lower Te– Upper Tf dan fosil Spiroclypeus
sp. yang memiliki kisaran hidup dari Td–Upper Te, dan mengacu pada
persebaran foram besar (Klasifikasi Huruf menurut Adam, 1970)-- adalah Oligosen Akhir–Miosen Awal. Sedangkan lingkungan pengendapan satuan
ini --berdasarkan hasil analisa jumlah persentasi kandungan foram besar dan
mikrit-- adalah Back Reef.
Dalam laporan penelitian yang sama disebutkan bahwa struktur geologi yang berkembang di daerah Citatah adalah struktur kekar, lipatan, dan sesar. Struktur kekar berupa kekar gerus dan kekar tarik. Struktur lipatan berupa struktur Antiklin Salajambe dan Sinklin Citatah yang terlipat kuat sehingga membentuk lapisan terbalik, serta struktur sesar berjenis Sesar Naik Citatah dan Sesar Mendatar Citatah.
Keseluruhan struktur geologi yang ada di daerah ini terjadi dalam satu periode yaitu Orogenesa Kala Miosen Tengah hingga Pliosen dengan arah gaya utama N340oE atau arah umum baratlaut-tenggara.
Namun, saat ini perbukitan kapur ini marak ditambang oleh masyarakat, hampir seluruh bukit batugamping di kawasan itu tidak utuh lagi disebabkan penggalian dan penambangan bahan galian golongan C untuk keperluan industri. Oleh karena itu, keberadaan situs geologi ini harus kita jaga bersama sebelum akhirnya sama sekali hilang karena aktivitas pertambangan.
Fasilitas Penunjang dan Tips Wisata
Di sekitar objek wisata ini terdapat fasilitas penunjang seperti toilet, mushola, warung-warung sederhana yang menjajakan aneka makanan ringan, kios penjual aksesoris seperti topi, kacamata, dan juga fasilitas lahan parkir. Biaya parkir untuk motor Rp 5.000, Rp 7.000/mobil, Rp 30.000/travel dan bus, Rp 15.000/motor per malam, dan Rp 20.000/mobil per malam
Berikut tips wisata untuk sahabat Travelearns:
Gunakan sepatu olahraga dan pakaian yang menyerap keringat agar lebih nyaman. Sebaiknya datang di pagi atau sore hari karena pada siang hari cukup panas. Jangan lupa cek prakiraan cuaca pada hari kamu akan berangkat. Jika tidak membawa kendaraan pribadi sendiri, kamu perlu membawa uang tambahan untuk membayar ongkos ojek.
Siapkan alat komunikasi serta bawalah kamera dengan baterai penuh dan kartu memori dengan ruang penyimpanan yang cukup untuk memotret pemandangan yang indah dan momen bersama teman dan keluarga. Lakukan reservasi terlebih dahulu serta bawalah peralatan camping yang lengkap jika akan bermalam atau berkemah di area ini. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Semoga tips wisata ini bermanfaat, selamat menjelajah sahabat Travelearns!
Sumber: tempatwisatadibandung, www.itb.ac.id, sikidang.com, esdm.go.id, kompasiana.com, https://jom.unpak.ac.id/index.php/teknikgeologi/article/download/529/499 (diakses Senin, 21 Februari 2011 pkl 15.15 WIB)
No comments:
Post a Comment